Medan, 17 juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menggelar Yudisium Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti oleh 431 mahasiswa. Kegiatan berlangsung khidmat di Auditorium UMSU Kampus Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan, Rabu (17/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UMSU Prof. Dr. H. Muhammad Arifin Gultom, S.H., M.Hum., Wakil Rektor III UMSU Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta para peserta yudisium.

Yudisium kali ini diikuti oleh lulusan dari tiga program studi, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan. Dari total 431 lulusan, sebanyak 80 persen berhasil menyelesaikan studi tepat waktu. Rinciannya terdiri atas 313 lulusan Program Studi Manajemen, 108 lulusan Program Studi Akuntansi, dan 10 lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UMSU Dr. Radiman, S.E., M.Si., menyampaikan pesan motivasi kepada para lulusan melalui kutipan inspiratif dari Arnold Schwarzenegger. Menurutnya, kesuksesan tidak ditentukan oleh tempat lahir maupun warisan yang dimiliki, melainkan oleh determinasi dan mentalitas yang kuat untuk terus berjuang.
“Kekuatan tidak datang dari kemenangan semata, tetapi dari perjuangan yang mampu mengembangkan kekuatan diri. Karena itu, jangan cepat berpuas diri hanya karena telah memperoleh gelar sarjana,” ujarnya.
Dr. Radiman juga menekankan enam hal yang perlu terus diasah oleh para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di UMSU, yaitu menjaga mentalitas yang kuat, membangun konsistensi, menjaga reputasi, meningkatkan kepercayaan diri, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMSU Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar. Menurutnya, belajar merupakan investasi yang paling menguntungkan dibandingkan berbagai bentuk investasi lainnya.
“Meski sudah menyandang gelar sarjana, justru pada tahap inilah kemampuan diri harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan konsep self-fulfilling prophecy, yaitu keyakinan bahwa seseorang harus terus mengembangkan kapasitas dirinya setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, lulusan sarjana harus memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), keterampilan digital (digital skills), serta kemampuan berbahasa Inggris (English skills).
Mengutip buku Atomic Habits karya James Clear, Rudianto menyampaikan bahwa kesuksesan besar tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Sebaliknya, kesuksesan dapat dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten hingga menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan (compounding interest).
Selain prosesi yudisium, acara juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Untuk Program Studi Manajemen, penghargaan lulusan terbaik diraih oleh Novta Prisisila, S.M. dengan IPK 3,97. Pada Program Studi Akuntansi, penghargaan diraih oleh Anggita Sarirangkuti, S.Ak. dengan IPK 3,95, sedangkan Program Studi Ekonomi Pembangunan diraih oleh Cici Amelia Putri, S.E. dengan IPK 3,84.
Kegiatan yudisium ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung penuh kebersamaan dan rasa syukur. Para peserta tampak antusias menyambut langkah baru setelah menyelesaikan pendidikan di FEB UMSU serta siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi.





