JAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FEB UMSU) dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan nasional Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AFEB PTMA) pada 2027. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di UMSU pada 15–17 Juli 2027.
Pertemuan nasional itu akan dihadiri pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis serta pengelola program studi dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. AFEB PTMA memiliki sekitar 250 anggota yang terdiri atas fakultas dan program studi di lingkungan PTMA. Jumlah peserta yang hadir diperkirakan dapat lebih besar karena setiap institusi berpeluang mengirimkan lebih dari satu perwakilan. Antusiasme peserta juga diperkirakan meningkat mengingat kegiatan tersebut digelar dalam momentum menjelang Muktamar Ke-49 Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Keputusan penetapan FEB UMSU sebagai tuan rumah disampaikan Ketua AFEB PTMA, Prof. Dr. Muzakar Isya, pada penutupan rapat tahunan AFEB PTMA yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 4–6 Juli 2026. Penetapan itu disampaikan di hadapan pimpinan fakultas serta pengelola program studi ekonomi dan bisnis dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, FEB UMSU diwakili Dekan FEB UMSU Dr. Radiman bersama Ketua Program Studi Magister Manajemen, Ketua Program Studi Akuntansi, Ketua Program Studi Manajemen, Ketua Program Studi Bisnis Digital, serta Sekretaris Program Studi Akuntansi.
Prof. Dr. Muzakar Isya mengatakan, penunjukan FEB UMSU sebagai tuan rumah didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Salah satunya adalah terpilihnya Sumatera Utara sebagai tuan rumah Muktamar Ke-49 Muhammadiyah.
“Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah Muktamar Ke-49 Muhammadiyah. Karena itu, pelaksanaan AFEB PTMA di UMSU dapat dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi sekaligus penjajakan awal terhadap lokasi pelaksanaan muktamar kepada seluruh keluarga besar AFEB PTMA dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Muzakar.
Menurut dia, kehadiran pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis serta pengelola program studi dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari Sabang sampai Merauke akan menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan Sumatera Utara kepada keluarga besar AFEB PTMA. Selain berkaitan dengan agenda Muktamar Ke-49 Muhammadiyah, penetapan UMSU juga mempertimbangkan pola rotasi penyelenggaraan AFEB PTMA antara perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa.
“Pelaksanaan pertemuan AFEB PTMA pada umumnya memperhatikan rotasi antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Sebelumnya kegiatan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Gresik, kemudian Universitas Muhammadiyah Makassar, dan pada 2027 dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” ujarnya.

Muzakar berharap FEB UMSU dapat mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik sehingga pertemuan AFEB PTMA 2027 tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi serta perekonomian nasional.
Dekan FEB UMSU Dr. Radiman menyampaikan terima kasih kepada forum AFEB PTMA se-Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada UMSU untuk menjadi tuan rumah. Keputusan menerima amanah tersebut, kata dia, diambil setelah FEB UMSU berkonsultasi dan memperoleh persetujuan dari Rektor UMSU.
Kepercayaan tersebut memiliki arti tersendiri bagi FEB UMSU. Dalam catatan sejarah AFEB PTMA, FEB UMSU terakhir kali menjadi tuan rumah kegiatan serupa pada 2010. Setelah 17 tahun, forum nasional yang mempertemukan pimpinan fakultas dan pengelola program studi bidang ekonomi dan bisnis di lingkungan PTMA itu akan kembali diselenggarakan di UMSU. Menurut Radiman, kesediaan menjadi tuan rumah tidak semata-mata dimaknai sebagai tanggung jawab penyelenggaraan kegiatan. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya FEB UMSU memperluas relasi dan memperkuat kerja sama dengan fakultas ekonomi dan bisnis serta program studi di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia.
“AFEB PTMA merupakan forum yang mempertemukan banyak perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang memiliki keunggulan masing-masing. Melalui pertemuan ini, FEB UMSU ingin memperluas jejaring, meningkatkan kolaborasi, serta saling bertukar pengalaman dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan AFEB PTMA 2027 memiliki posisi strategis karena berlangsung menjelang Muktamar Ke-49 Muhammadiyah. FEB UMSU ingin menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk menghimpun gagasan dari para akademisi ekonomi dan bisnis di lingkungan PTMA. Gagasan yang muncul dalam pertemuan itu diharapkan dapat dirumuskan menjadi rekomendasi yang relevan terhadap perkembangan dan tantangan perekonomian Indonesia. Rekomendasi tersebut sekaligus diharapkan menjadi bentuk kontribusi pemikiran AFEB PTMA menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-49 Muhammadiyah.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UMSU sebagai tuan rumah AFEB PTMA 2027. Menurut dia, penetapan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kepada UMSU.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UMSU untuk menjadi tuan rumah AFEB PTMA 2027. Amanah ini harus dipersiapkan secara sungguh-sungguh agar UMSU dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Akrim.
Ia mengatakan, pelaksanaan AFEB PTMA 2027 harus dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama kelembagaan, meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta memperkenalkan UMSU dan Sumatera Utara kepada keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.
“Pertemuan ini bukan hanya mengenai keberhasilan UMSU sebagai penyelenggara, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi dan menghasilkan pemikiran yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian bangsa. Terlebih lagi, kegiatan ini dilaksanakan menjelang Muktamar Ke-49 Muhammadiyah di Sumatera Utara,” ujarnya.
Akrim berharap seluruh unsur di lingkungan UMSU dapat mendukung persiapan penyelenggaraan AFEB PTMA 2027. Kolaborasi antara universitas, fakultas, program studi, dan seluruh panitia dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik serta memberikan kesan positif kepada para peserta.
Pelaksanaan AFEB PTMA 2027 tidak hanya akan menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga momentum memperkenalkan UMSU dan Sumatera Utara kepada pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis serta pengelola program studi PTMA dari Sabang sampai Merauke. Pertemuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari konsolidasi dan persiapan menyambut Muktamar Ke-49 Muhammadiyah yang akan menempatkan Sumatera Utara sebagai pusat perhatian keluarga besar Muhammadiyah.





