Selasa, 22 September 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FEB UMSU) bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi kedua institusi dalam mendukung peningkatan kapasitas dan literasi keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kerja sama FEB UMSU dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara sebelumnya ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 25 Agustus 2026, yang mencakup pembinaan bersama terhadap 100 UMKM dari Kota Medan, Serdang Bedagai, Binjai, dan Langkat.
Sejalan dengan upaya penguatan peran akademisi dalam pembinaan UMKM, FEB UMSU menyelenggarakan ToT SIAPIK yang diikuti oleh dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai IX Gedung Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Acara pembukaan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU, Assoc. Prof. Dr. Radiman, S.E., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, serta Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah, Edy Kristianto.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UMSU, Assoc. Prof. Dr. Radiman, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat dan perekonomian daerah. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan permodalan, akses pasar, sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, dan lembaga pembiayaan, untuk mendukung penguatan kapasitas serta keberlanjutan usaha UMKM. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha.
“Dalam bidang keuangan, pencatatan laporan keuangan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Tidak jarang keuangan pribadi masih tercampur dengan keuangan usaha, sehingga menyulitkan proses pengelolaan dan evaluasi keuangan bisnis,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ToT SIAPIK bagi dosen FEB UMSU diharapkan dapat memperkuat kemampuan akademisi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib, akurat, dan terstruktur.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa. Dalam sambutannya, Ameriza menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga penguatan sikap mental dan kapasitas usaha agar mampu menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan, memperluas akses pasar, serta mengembangkan komunitas bisnis atau inkubator bisnis sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku UMKM. Melalui komunitas tersebut, berbagai permasalahan usaha diharapkan dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut, Ameriza juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan UMKM, termasuk meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan para pelaku usaha.
Pendalaman SIAPIK dan Digitalisasi Pembayaran
Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Training of Trainer yang menghadirkan sejumlah narasumber dari Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Materi pertama disampaikan oleh Dean, yang memaparkan penggunaan aplikasi SIAPIK sebagai instrumen pencatatan keuangan yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan UMKM. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi secara tertib untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan usaha.
Materi berikutnya disampaikan oleh Fanal Hatorangan Nainggolan yang memberikan pendalaman mengenai implementasi SIAPIK. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai praktik penggunaan aplikasi, penyusunan laporan keuangan, serta strategi pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan secara berkelanjutan.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Angsoka Yorintha Paundralingga dengan tema digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Dalam paparannya, Angsoka menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta merespons perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada penggunaan pembayaran non-tunai.
Ia juga menjelaskan pemanfaatan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang dapat mendukung kemudahan transaksi dan inklusi keuangan. Bagi pelaku UMKM, digitalisasi pembayaran juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun proses transaksi yang lebih tertib dan terdokumentasi.
Pada kesempatan tersebut turut diperkenalkan inovasi QRESTO, sistem pembayaran digital berbasis QRIS yang disebut sebagai hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, dan Bank Sumut.
Kehadiran QRESTO diharapkan dapat mendukung penguatan ekosistem digital UMKM, khususnya di Kota Medan, serta mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital di daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari FEB UMSU kepada Bank Indonesia dan dari Bank Indonesia kepada Dekan FEB UMSU sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara kedua institusi.
Melalui kegiatan ToT SIAPIK, FEB UMSU dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan peran akademisi dalam pembinaan UMKM. Kolaborasi tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan sekaligus pemanfaatan sistem pembayaran digital, sehingga pendampingan kepada pelaku UMKM dapat dilakukan secara lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan.





