FEB UMSU I Dr. Rita Handayani, SE, MSi, salah satu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang sedang melaksanan program Post Doktoral Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Tahun 2024-2025. Postdoctoral atau postdoc adalah program lanjutan setelah menempuh pendidikan S-3 atau PhD. Mereka yang mengikuti program ini disebut dengan Postdoctoral Researcher atau Postdoctoral Fellow. Program ini bertujuan memperoleh keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menunjang karier akademik dimasa depan (19/09/2024).

Secara umum seorang Postdoctoral Researchers, akan melakukan penelitian dan pengumpulan data, mengarsipkan hasil penelitian, serat menuangkannya dalam bentuk tulisan pada jurnal atau digital dengan tujuan menguji akurasi dan konsistensi penelitian dan menunjukkan perkembangan dalam disiplin ilmu yang diteliti. Postdoc fellow harus mampu merangkum temuan dalam penelitian untuk turut menambah reputasi mereka baik di dunia akademis maupun industri yang berkaitan. Postdoc fellow juga dapat menjadi pembimbing (mentor) bagi mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan doktoral. Mereka akan memberikan saran terbaik tentang program yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Keterampilan membimbing ini penting, terutama jika postdoc fellows adalah tenaga pendidik. Postdoc fellows dapat membantu Profesor atau sesama tenaga pendidik menulis hibah penelitian, terjun langsung pada team pengabdian Masyarakat, atau program tertentu di Universitas. Mereka juga harus memahami cara penulisan Academic Writing yang baik dalam ketentuan hibah.
Pada kesempatan ini, Dr. Rita Handayani, didampingi langsung sebagai peneliti utama Prof. Catur Sugianto dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada dan peneliti luar Negeri Bapak Jumadil Saputra, PhD dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Trengganu Malaysia dengan Full pendanaan berasal dari Universitas Gadjah Mada. Selama Program PostDoctoral Dr. Rita Handayani, stay in hampir 3 bulan di Jogjakarta untuk belajar banyak hal, mulai dari melakukan proses penelitian sampai menuangkannya dalam bentuk tulisan pada jurnal bereputasi Internasional, juga turut masuk kelas S1, S2 dan S3 bertujuan membangun kosentrasi keilmuan, juga membantu program Pengabdian Masyarakat Team Prof. Catur Sugianto pada pembinaan BUMDes dan membanguan Desa Wisata Bukit Cubung diDesa Jatirejo Bantul, Yogyakarta.
Untuk kegiatan researcher Dr. Rita Handayani juga Berpartisipasi dalam 6th Asian Anggage International Congress di Malaysia, sampai 2nd International Congress of Finance and Tax yang diselenggarakan di Selçuk University, Konya, Turki. Acara ini berlangsung pada 8-10 November 2024 dan dihadiri oleh akademisi, peneliti dari Algeria, Azerbaijan, Bosnia and Herzegovina, Georgia, India, Indonesia, Japan, Kosovo, Libya, Malaysia, Nigeria, North Macedonia, Pakistan, Portugal, Romania, Serbia, Türkiye, Ukraine untuk membahas isu-isu terkini dalam bidang keuangan dan perpajakan.
Rita mengusung tema “The Impact of Infrastructure Spending on Macroeconomic Conditions; Computable General Equilibrium (CGE) Model Approach”. Menyoroti pentingnya investasi infrastruktur dalam mendorong pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini mengangkat isu kebijakan pengeluaran infrastruktur dalam konteks makroekonomi Indonesia yang menghadapi tantangan besar akibat pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi global.
Dalam penelitiannya, Rita dan team menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh provinsi di Indonesia merupakan wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menggunakan pendekatan Computable General Equilibrium (CGE) Model dengan data pengeluaran infrastruktur tahun 2020-2023 dan perangkat lunak GAMS, penelitian ini membuktikan secara empiris kebijakan pembangunan infrastruktur memberikan impack positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan penggunaan tenaga kerja sektor ekonomi, dan peningkatan pendapatan kelompok rumah tangga. Investasi infrastruktur akan mendukung pemulihan ekonomi jangka pendek tetapi juga stabilitas jangka Panjang, serta mampu mempersempit kesenjangan regional dan pendapatan serta mendorong akses yang lebih merata terhadap sumber daya dan peluang di seluruh wilayah dan kelompok sosial-ekonomi. Indonesia membutuhkan infrastruktur yang tangguh, inklusif, yang akan meningkatkan kesejahteraan serta menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan. Infrastruktur yang dirancang dengan fleksibilitas untuk memenuhi tantangan masa depan, mampu beradaptasi, serta penggunaan teknologi yang lebih baik.






