• id
    • ar
    • en
    • id
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU
  • Home
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
  • Berita dan Informasi
  • Kemahasiswaan
  • Program Internasional
    • Miceb 2023
    • Miceb 2024
  • Alumni
  • Galeri
  • Brosur
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
  • Berita dan Informasi
  • Kemahasiswaan
  • Program Internasional
    • Miceb 2023
    • Miceb 2024
  • Alumni
  • Galeri
  • Brosur
No Result
View All Result
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU
ArabicEnglishIndonesian

Kondisi Garuda Indonesia Sulit-Sulitnya Menghadapi Utang

Admin by Admin
November 11, 2021
in Berita dan Informasi
0
Home Berita dan Informasi
0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

FEB UMSU IHai Sobat FEB UMSU, Informasi dari dari perusahaan jasa penerbangan yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menghadapi situasi sulit seiring kinerja keuangan yang belum positif. Pengamat menilai, kinerja keuangan ini menjadi masalah utama Garuda Indonesia hingga kini.Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Suria Dharma menuturkan, kondisi Garuda Indonesia saat ini berat. Lantaran utang perseroan lebih besar ketimbang ekuitas.Total liabilitas tercatat naik menjadi USD 12,96 miliar atau sekitar Rp 184,69 triliun per 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar USD 12,73 miliar atau sekitar Rp 181,37 triliun.Sementara itu, ekuitas minus USD 2,84 miliar atau sekitar Rp 40,58 triliun Pandemi COVID-19 yang terjadi juga menambah tekanan terhadap kinerja perseroan.

Pilihan sulit antara menyelamatkan Garuda Indonesia dan tidak. Hal ini lantaran Garuda Indonesia juga maskapai nasional. Di sisi lain, kalau dipertahankan harus mengucurkan modal agar dapat bertahan. Meski demikian, hal itu tidak dapat terus dilakukan.Proses restrukturisasi juga tidak mudah lantaran total utang sudah besar. Garuda Indonesia juga harus membayar bunga meski utang diperpanjang.Hal dikatakan Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Ia mengatakan, upaya restrukturisasi yang dilakukan Garuda Indonesia bukan sesuatu yang mudah. Apalagi dengan melihat kinerja keuangan yang belum menguntungkan.

Oleh karena itu, Garuda Indonesia perlu upaya transformasi dan restrukturisasi secara masif agar bisa bertahan ke depan.“Garuda Indonesia harus memilih rute-rute yang menguntungkan seperti penerbangan domestik dan efisiensi dari operasional. Ini salah satu upaya,” kata dia.Meski demikian, kondisi pandemi COVID-19 yang melandai, menurut Nico menjadi angin segar untuk Garuda Indonesia. Hal itu menurut dia dapat memperbaiki kondisi Garuda Indoneisa ke depan.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, kondisi keuangan merupakan masalah utama yang dihadapi Garuda Indonesia. Kewajiban makin besar sehingga makin berat yang dihadapi.”Tidak bisa utang lagi karena utang menumpuk. Kondisi keuangan bermasalah. Praktik-praktik manajemen kurang efisien, korupsi, dan pengadaan pesawat terlalu mahal, ujungnya seperti sekarang,” Ujar katanya menurut sumber dari internet.

Untuk mempertahankan Garuda Indonesia, menurut Alvin kini tergantung komitmen dari pemiliknya dalam hal ini pemerintah dan pemegang saham lainnya. Ia menilai, pemerintah memiliki pertimbangan seperti nilai-nilai strategis yang mengemban misi-misi pemerintah sehingga dipertahankan.Namun, kalau dilhat dari segi bisnis, Ia menilai,tidak dipertahankan karena kewajiban perseroan yang besar.”Kalau hanya murni bisnis sudah tidak dipertahankan. Lebih mudah dan murah bangun airline baru cukup Rp 3 triliun-Rp 5 triliun,” ujar dia.

Di sisi lain, ia menilai restrukturisasi untuk membantu Garuda Indonesia juga perlu negosiasi. Negosiasi ini akan mudah jika berhadapan dengan pihak afiliasi misalkan Pertamina.“(Utang-red) ke Pertamina Rp 11 triliun, pertamina beri tiga tahun diangsur. Kreditur, vendor dan lessor lain butuh kejelasan, dapat berapa dan kapan. Ini butuh sumber daya keuangan, ini butuh dana segar,” ujar dia.

Menurut dia, ada sejumlah cara untuk membantu kewajiban Garuda Indonesia dengan menjual aset yang dimiliki. Selain itu menjual saham anak usaha. Akan tetapi, hal itu juga butuh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Ini di tangan pemilik Garuda Indonesia,” kata dia.Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatat pendapatan USD 696,80 juta atau setara Rp 9,92 triliun (asumsi kurs Rp 14.240 per dolar AS) hingga semester I 2021. Pendapatan itu turun 24,03 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 917,28 juta atau sekitar Rp 13,06 triliun.

Rincian pendapatan itu antara lain dari penerbangan berjadwal turun menjadi USD 556,53 juta hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya USD 750,25 juta. Penerbangan tidak berjadwal naik menjadi USD 41,63 juta hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya USD 21,54 juta. Di sisi lain, pendapatan lainnya merosot 32,2 persen dari USD 145,47 juta hingga semester I 2020 menjadi USD 96,63 juta.

Perseroan menekan beban usaha sepanjang semester I 2021. Beban usaha susut 15,99 persen dari USD 1,64 miliar pada semester I 2020 menjadi USD 1,38 miliar pada semester I 2021.Garuda Indonesia mencatat keuntungan kurs USD 50,57 juta hingga semester I 2021. Realisasi keuntungan kurs ini naik 149,4 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 20,27 juta.

Perseroan membukukan rugi usaha turun tipis 0,5 persen menjadi USD 703,34 juta hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya USD 707,22 juta. Garuda Indonesia mencatat kenaikan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 26,08 persen menjadi USD 898,65 juta atau sekitar Rp 12,80 triliun hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya USD 712,72 juta atau sekitar Rp 10,15 triliun.

Garuda Indonesia mencatat ekuitas minus USD 2,84 miliar atau sekitar Rp 40,58 triliun per 30 Juni 2021 dari Desember 2020 minus USD 1,94 miliar atau sekitar Rp 27,68 triliun.Total liabilitas tercatat naik menjadi USD 12,96 miliar atau sekitar Rp 184,69 triliun per 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar USD 12,73 miliar atau sekitar Rp 181,37 triliun.

Rincian total liabilitas itu antara lain liabilitas jangka panjang sebesar USD 7,90 miliar hingga 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar USD 8,43 miliar. Sementara itu, total liabilitas jangka pendek sebesar USD 5,05 miliar hingga Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar USD 4,29 miliar.Total aset Garuda Indonesia turun menjadi USD 10,11 miliar atau setara Rp 144,07 triliun hingga 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar USD 10,78 miliar atau setara Rp 153,70 triliun. Perseroan kantongi kas USD 78,69 juta atau sekitar Rp 1,12 triliun per 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar USD 200,97 juta atau sekitar Rp 2,86 triliun.

Sumber : liputan 6.com

Tags: feb is the bestfeb umsukampus akreditasi AKampus Terbaik di Medanunggul cerdas terpercaya
Previous Post

FEB UMSU Kembali Memberangkatkan 4 Mahasiswa Untuk Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Next Post

5 Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Related Posts

Mawaddah dan FEB UMSU Berkolaborasi Mendorong Lahirnya Generasi Entrepreneur Muda melalui Program Classpreneur
Berita dan Informasi

Mawaddah dan FEB UMSU Berkolaborasi Mendorong Lahirnya Generasi Entrepreneur Muda melalui Program Classpreneur

June 4, 2026
Langkah Nyata Mahasiswa Mengabdi: Pelepasan Tim PPK Ormawa HMJ Ekonomi Pembangunan ke Desa Mardinding Julu
Berita dan Informasi

Langkah Nyata Mahasiswa Mengabdi: Pelepasan Tim PPK Ormawa HMJ Ekonomi Pembangunan ke Desa Mardinding Julu

June 4, 2026
Strategic Budgeting & Business Planning: Bekal Mahasiswa FEB Menghadapi Dunia Profesional
Berita dan Informasi

Strategic Budgeting & Business Planning: Bekal Mahasiswa FEB Menghadapi Dunia Profesional

May 25, 2026
Selamat dan Sukses Sebagai Penerima Hibah Pendanaan pada Program Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 di Bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK)
Berita dan Informasi

Selamat dan Sukses Sebagai Penerima Hibah Pendanaan pada Program Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 di Bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK)

May 25, 2026
Selamat & Sukses Kepada Nabila Anastasya Amri Mahasiswi Program Studi Akuntansi Kelas Internasional FEB UMSU Atas pencapaiannya meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 pada bidang makanan dan minuman
Berita dan Informasi

Selamat & Sukses Kepada Nabila Anastasya Amri Mahasiswi Program Studi Akuntansi Kelas Internasional FEB UMSU Atas pencapaiannya meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 pada bidang makanan dan minuman

May 24, 2026
Center of Excellence FEB UMSU Gelar PkM di Kecamatan Medan Denai: Perkuat Literasi dan Pendampingan UMKM
Berita dan Informasi

Center of Excellence FEB UMSU Gelar PkM di Kecamatan Medan Denai: Perkuat Literasi dan Pendampingan UMKM

May 21, 2026
Load More
Next Post
5 Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi

5 Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By Categories

  • Alumni
  • Artikel
  • Berita dan Informasi
  • Download
  • Info Akademik
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Program Studi
  • Opini
  • Uncategorized

Kampus Utama

Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

Kampus Kedokteran

Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Sumatera Utara, Indonesia
Telp. 061-7350163, 7333162
Fax.061-7363488

Pascasarjana

Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
Telp : 061-88811104

Instagram Facebook Tiktok

© 2026 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UMSU – INNOVATION AND GLOBAL VISION

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
  • Berita dan Informasi
  • Kemahasiswaan
  • Program Internasional
    • Miceb 2023
    • Miceb 2024
  • Alumni
  • Galeri
  • Brosur

© 2026 - FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UMSU - INNOVATION AND GLOBAL VISION