• id
    • ar
    • en
    • id
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU
  • Home
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
  • Berita dan Informasi
  • Kemahasiswaan
  • Program Internasional
    • Miceb 2023
    • Miceb 2024
  • Alumni
  • Galeri
  • Brosur
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
  • Berita dan Informasi
  • Kemahasiswaan
  • Program Internasional
    • Miceb 2023
    • Miceb 2024
  • Alumni
  • Galeri
  • Brosur
No Result
View All Result
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU
ArabicEnglishIndonesian

Operasional Pelabuhan Membuat Angka Logistik Indonesia Mahal

Admin by Admin
November 24, 2021
in Berita dan Informasi
0
0
SHARES
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

FEB UMSU I  Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sejumlah kebijakan dan inisiatif terus dilakukan. Salah satunya adalah keputusan Kementerian BUMN yang membentuk holding pelabuhan Indonesia (Pelindo). Penyatuan Pelindo I-IV ini dinilai sebagai momentum untuk menciptakan supply chain logistik pelabuhan yang lebih efisien.

Direktur Namarin Institute Siswanto Rusdi mengatakan, sebagai negara kepulauan, pelabuhan menjadi salah satu kunci pendorong ekonomi Indonesia. Sayangnya, operasional pelabuhan di Indonesia masih boros biaya. Akibatnya biaya logistik menjadi sangat mahal sehingga daya saing nasional sulit beranjak naik.

Dengan adanya integrasi semua pelabuhan milik BUMN dalam satu atap komando, kata Siswanto, diharapkan setiap pelabuhan memiliki sistem dan standar kualitas layanan yang sama.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan segala potensi dan tantangannya. Pembentukan holding pelabuhan harus diikuti dengan kebijakan yang mampu memangkas mata rantai birokrasi yang selama ini menciptakan ekonomi biaya tinggi. Efisiensi logistik ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi kita,” jelas Siswanto di Jakarta, Rabu (24/11/2021)

Lebih jauh Siswanto menjelaskan, biaya mahal logistik sejatinya dapat ditelusuri sejak barang diangkut dari gudang milik konsumen hingga sampai ke lokasi tujuan. Dari mata rantai perjalanan barang tersebut, berbagai biaya sudah mengikuti. Mulai biaya yang sifatnya pasti maupun biaya lain yang seringkali tidak terukur.

“Efisiensi logistik harus lebih fokus pada aktivitas yang berada di darat. Seperti memperpendek birokrasi dan mendorong digitalisasi layanan pelabuhan agar biayanya semakin terukur dan pasti. Mengharapkan biaya pelayaran untuk lebih efisien rasanya sulit karena ruang untuk itu sangat terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kajiannya Sekretariat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) menemukan fakta kawasan pelabuhan menjadi salah satu faktor pemicu tingginya biaya logistik. Dalam kajian periode 2021–2022 itu menurut Stranas PK, faktor birokrasi dan layanan di pelabuhan laut yang tidak terintegrasi dan tumpang tindih, termasuk banyaknya instansi pemerintah yang terlibat serta rendahnya koordinasi menjadikan biaya logistik mahal.

Direktur Strategi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Prasetyo mengungkapkan bahwa biaya logistik di Indonesia mencapai 23 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dari 23 persen itu, biaya logistik di laut hanya sekitar 2,8 persen. “Yang lainnya terdistribusi pada beberapa peran yaitu darat, utamanya di inventory dan beberapa bagian lain,” katanya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (20/11) lalu.

Prasetyo menuturkan ada lima faktor utama pemicu biaya logistik tinggi. Pertama adalah regulasi dari pemerintah, terutama dalam hal ekosistem atau pelayanan logistik. Kedua, efisiensi value chain darat karena keterbatasan infrastruktur dan kurangnya konektivitas antara darat dengan pelabuhan. Ia mencontohkan pengembangan jalur infrastruktur darat di Pulau Jawa atau trans Jawa ikut merubah peta logistik nasional.

Faktor ketiga menyangkut efisiensi value chain maritim yang masih belum optimal. Contohnya pelayaran dengan menggunakan kapal-kapal kecil untuk mengangkut logistik ke Indonesia Timur. Keempat adalah terkait kinerja operasi dan pengembangan atau optimalisasi kapasitas dari infrastruktur pelabuhan.

Kelima adalah supply and demand yang tidak seimbang karena masih terpusat di Pulau Jawa. Dia menyebut masih banyaknya supply dari Jawa ke daerah-daerah, sementara saat akan kembali peti kemas dari daerah-daerah tersebut cenderung kosong.

“Kami berharap dengan merger Pelindo I, II, III, dan IV menjadi Pelindo, biaya logistik ini bisa dioptimalkan. Kami bisa melakukan efisiensi dalam beberapa strategi seperti standarisasi SDM, dan juga capex untuk berinvestasi,” ujarnya

Siswanto mengungkapkan, efisiensi logistik pelabuhan dapat dimulai dengan mengeluarkan regulasi yang mengatur biaya forwarder yang selama ini tidak terkontrol. Biaya itu diantaranya meliputi biaya pelayaran/pelabuhan, inventory, administrasi dan lain-lain yang semuanya diurus oleh forwarder.

“Instrumen biaya forwarder inilah yang seringkali memicu biaya logistik mahal. Karena tidak ada regulasi yang mengatur terkait jasa layanan yang diberikan oleh forwarder ini. Regulasi pemerintah dibutuhkan untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha lainnya,” ungkap Siswanto.

Selama ini, ia menambahkan, biaya di luar pelabuhan yang tidak terkendali juga memicu ongkos logistik menjadi tidak pasti. Siswanto lalu menunjuk biaya depo kontainer kosong yang tarifnya diserahkan kepada pelaku usaha.

“Sebenarnya persoalan inefisiensi di pelabuhan itu sudah banyak diketahui dan berlangsung bertahun-tahun. Masalahnya tidak ada upaya konkret untuk melakukan perubahan mengingat uang di pelabuhan seperti magnet bermadu yang bisa menarik semua orang untuk ikut menikmati dan melupakan masalahnya,” tegas Siswanto

Sumber : Liputan6.com

Tags: feb is the bestfeb umsukampus akreditasi AKampus Terbaik di Medanunggul cerdas terpercaya
Previous Post

BI Memprediksi Ekonomi Indonesia Akan Naik 5,5 Persen Di Tahun Depan

Next Post

Pendiri Subway Peter Buck Tutup Usia

Related Posts

15 Mahasiswa Prodi Manajemen FEB UMSU Ikuti FIM GLOBE 2026 di UMPSA Malaysia
Berita dan Informasi

15 Mahasiswa Prodi Manajemen FEB UMSU Ikuti FIM GLOBE 2026 di UMPSA Malaysia

October 17, 2026
Hadapi Tantangan Zaman, Dekan FEB UMSU Dorong Mahasiswa Perkuat Iman, Ilmu, Ekonomi dan Kesehatan
Berita dan Informasi

Hadapi Tantangan Zaman, Dekan FEB UMSU Dorong Mahasiswa Perkuat Iman, Ilmu, Ekonomi dan Kesehatan

October 2, 2026
Sambut 1000 Mahasiswa Baru, Dekan FEB UMSU Bekali Mahasiswa Baru dengan Motivasi, Integritas dan Relasi
Berita dan Informasi

Sambut 1000 Mahasiswa Baru, Dekan FEB UMSU Bekali Mahasiswa Baru dengan Motivasi, Integritas dan Relasi

September 29, 2026
PKKMB UMSU 2026: Haedar Nashir Dorong Mahasiswa Bangun Masa Depan dengan Ilmu dan Karakter
Berita dan Informasi

PKKMB UMSU 2026: Haedar Nashir Dorong Mahasiswa Bangun Masa Depan dengan Ilmu dan Karakter

September 28, 2026
JADWAL PERKULIAHN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS T.A. 2026/2027 GANJIL
Berita dan Informasi

JADWAL PERKULIAHN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS T.A. 2026/2027 GANJIL

September 27, 2026
Rektor UMSU: Laboratorium Terpadu FEB Jadi Penguat Program Studi Bisnis Digital
Berita dan Informasi

Rektor UMSU: Laboratorium Terpadu FEB Jadi Penguat Program Studi Bisnis Digital

September 26, 2026
Load More
Next Post
Pendiri Subway Peter Buck Tutup Usia

Pendiri Subway Peter Buck Tutup Usia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By Categories

  • Alumni
  • Artikel
  • Berita dan Informasi
  • Download
  • Info Akademik
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Program Studi
  • Opini
  • Uncategorized

Kampus Utama

Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

Kampus Kedokteran

Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Sumatera Utara, Indonesia
Telp. 061-7350163, 7333162
Fax.061-7363488

Pascasarjana

Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
Telp : 061-88811104

Instagram Facebook Tiktok

© 2026 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UMSU – INNOVATION AND GLOBAL VISION

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Struktur Organisasi
    • Akreditasi
    • Fasilitas
  • Berita dan Informasi
  • Kemahasiswaan
  • Program Internasional
    • Miceb 2023
    • Miceb 2024
  • Alumni
  • Galeri
  • Brosur

© 2026 - FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UMSU - INNOVATION AND GLOBAL VISION